Waterproofing

Waterproofirng adalah bahan pelapis yang kedap air, otomatis bahan ini bisa mencegah kebocoran pada atap. pemakaiannya tidak terbatas pada atap saja, tetapi di dinding samping rumah, bak air, bahkan kolam. namun, tentu jenisnya berbeda setiap pemakainnya.

Waterproofing terdiri dari beberapa jenis, dilihat dari bahan bakunya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. yaitu Waterproofing berbasis bitumen (Aspal), cementious (Semen), dan elastomeric (Polimer).

Waterproofing berbahan baku bitumen mudah diaplikasikan dan dapat digunakan pada apa saja, tapi tidak terlalu cocok untuk ruang luar karena tidak tahan terhadap sinar matahari. bahan baku ini lebih cocok untuk area yang aman matahari. karena terbuat dari aspal yang berwarna hitam, warnanya juga agak terbatas.

Waterproofing berbahan baku semen terdiri dari bubuk dan cairan, yang harus dicampur dan diaduk terlebih dahulu dan baru mulai diaplikasikan. jenis ini cocok untuk area yang selalu terendam air seperti kolam renang dan kamar mandi atau untuk Dak. salah satu contoh jenis Waterproofing ini adalah AM100.

Waterproofing berbahan baku elastomeric cocok untuk ruang luar karena lebih elastis, tahan matahari, beraneka warna, tapi kurang kuat unutuk bagian bangunan yang terendam air. jenis inilah yang paling banyak digemari karena mudah penggunaannya. biasanya dilengkapi dengan lembaran kasa. AM 100 juga termasuk jenis golongan ini.

Pilih juga yang berbasis air (Water based), agar lebih ramah terhadap lingkungan. jenis ini telah ditambahkan zat khusus sehingga waterproofing bebas jamur dan lumut. tetapi secara perawatan waterproofing ini dilakukan pelapisan ulang selama 5 tahun sekali.

Pilihlah Waterproofing yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Cara Aplikasi Waterproofing Dak Beton

Langkah 1

Bersihkan permukaan dak beton dari debu dan kotoran dengan menggunakan sikat dan kape scrape.

Langkah 2

Aplikasikan waterproofing, dimulai pada sudut pertemuan permukaan dak beton dengan dinding. Pada saat waterproofing dalam kondisi basah, tempelkan serat fiber sambil menekannya –jika perlu, tekan dengan rol cat yang telah dicelupkan ke dalam waterproofing. Pemakaian serat fiber pada dinding dan permukaan (lantai) dak beton setinggi dan selebar 15-20cm.

Langkah 3

Bersamaan dengan penutupan celah pada sudut-sudut pertemuan dak beton dan dinding, aplikasikan waterproofing ke seluruh permukaan dak beton. Setelah mengering, pelapisan diulang lagi dengan arah menyilang.

Langkah 4

Agar lapisan waterproofing tidak rusak karena terinjak atau terkena benda keras, sebaiknya dak beton dilapisi dengan plesteran semen yang dicampur cairan waterproofing setebal 3-5cm

Semoga bermanfaat.

Sumber:

http://www.kharianto.co.cc/2009/04/memilih-waterproofing.html

http://renovasiku.blogspot.com/2009/02/diy-aplikasi-waterproofing-dak-beton.html

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s